Rabu, 14 November 2012

LOVE LIVE and LAUGH♥

Kini ku tahu bagaimana kejelasannya... Sudah hancur terpotong rasa penyesalan yang melintas~ tapi mengapa masih mengajakku untuk tidak melupakanmu??! Padahal kau yang menyuruhku menghilangkan semuanya... 
Sungguh kau memainkannya~ tapi aku tahu, kau tidak bermaksud sperti itu... Ini semua adalah total kesalahanku yang terlalu egois dan besar kepala menganggapmu menyimpan sesuatu yang kusimpan juga </3

Sembunyi agar kau tak melihatku! Tapi tak bisa... Kau selalu saja tau aku berada dimana! Kau kerap kali menabrak pandanganku! Kau membuatku takut! Takut kau akan melihat lebih dalam lagi apa yang kusembunyikan...
Sebelumnya telah ku petikan apa yang aku sembunyikan! Tapi mengapa saat kau menabrak pandangan, ku kerap suka membuka petiku sendiri?! Tapi aku tau kau tidak akan tau walaupun telah kubuka peti itu dihadapanmu...
Kau takkan tau benda apa yang ada di peti itu! Karena dirimu telah memiliki sesuatu yg dapat menghilangkan ingatanmu akan isi dalam peti itu </3

Sekali lagi... Kau buatku memikirkan sesuatu yang tidak boleh kupikirkan! Akankah aku dan kau akan menjadi kita suatu saat nanti? Semua yang telah kau beri untukkku membuatku menciptakan harapan yang semakin dalam..
Tapi di lain sisi, kalimat itu tak lebih dari sebuah pertemanan! Andai penasaran yang kusimpan itu bukan suatu penghalang!
Tapi bagaimana jika kau tau tentang peti yang kusembunyikan? Akankah amnesiamu akan isi peti itu hilang??? akankah kau akan berpikir kembali akan isi peti itu??
Atau itu hanya sangkaku saja? Prasangka akan suatu yang telah pasti akan akhirnya.....
Kusesali peti ini bukan kau dahulu yang membukanya! Tapi dia yang kini ku tahu keburukannya...
Peti ini begitu polos! Jangan salahkan peti ini jika dia menyembunyikan rasa ini kembali!

Dimana emosiku?! Ku datar! Semua biasa! Tidak menarik sama sekali! Kau  menciptakan jurang dalam keputus-asaan yg menyedihkan! Hilang! Hilang! Sudah hilang! Tapi mengapa seperti ini? Kupikir jika hilang, kau takkan hancurkan lagi petiku....

Tapi kurasa kau belum puas! Kau memang hendak membinasakan petiku dengan percakapanmu...!
Cukup! cukup! Stop! Biar kubuang sendiri petiku..!!

Aku takut! Sungguh... Jikalau ragaku masih bersedia menunggumu, tapi tidak dengan petiku! Jangan kau lakukan itu untuk petiku! Tak cukupkah kau yg telah mengkoyakkannya?! Jangan! biar aku yang melakukannya itu sendiri... 
Ku pun sudah muak akan petiku! Aku yang akan menghancurkannya! Bukan kau! Lakukanlah saja layaknya pemahat yang profesional, rawatlah peti itu! Petinya! Jangan pedulikan yg ini... Sayangilah layaknya yang pernah aku lakukan untukmu...!
Akankah ini bisa berlanjut?! Percakapan yg sangat menyegarkan.. 
Kau buat ukiran indah dipetiku saat ini~ sadarkah?! Oh aku lupa! Pantaskah seorang ku mengharapkan itu pada dirimu yg kini tengah bersamanya........
Salahkah peti ini? Menyimpan sesuatu yg sangat tak boleh untukku simpan.....
Aku dan petiku tak sejalan! Jujurku sudah lelah menunggu kepastian! Tapi petiku masih ingin bertahan akan sebuah balasan..
atau hanyaku yg menganggap kau juga menyimpan apa yg kusimpan pada petiku~

Kini... kau buatku memikirkan hal yang tidak boleh kupikirkan! Akankahku dan kau akan menjadi kita suatu saat nanti?? Oh tentu ku sudah tau akan jawabnya! Ini mutlak karena salahku!.. Kesalahan masa laluku yang membawa cerita ini terus berlanjut dengan penyesalan yang mengiringinya! Akankah kau bisa mengingatku lagi? Terlambat memang ku datang di masa yang amat sangat salah!
Disaat kini kau tengah berbahagia dengannya! Abaikan masalah peti! Ini yg kurasa! Ku ingin milikimu tapi itu tak mungkin...
Menunggumu menyapa dan tersenyum padaku adalah kegiatan yang rutin ku lakukan akhir ini... Lanjutkan atau tidak!!?? </3

Perlahan tapi pasti...!!! Ku temukan kesimpulan dalam kita~ cerita selama kita saling mengenal... Tapi sayang, sekarang tidak! Laluku menunggu balasan darimu, senang jika mendapatkannya! Kini? Terasa mustahil saat kau membalasnya begitu amat lama..
Percakapan ini sangat singkat! Akankah akan terus berlanjut walau sebatas pertemanan yang sopan? Atau tidak sama sekali?! 
Terima kasih untuk segalanya, kau izinkan petiku tuk melakukan hal yg telah lama di dambakan akan kehadirannya~ perlahan, isyarat yang kau beri memberikanku kekuatan tuk bersiap kehilanganmu! Walau sesungguhnya ku tak pernah memilikimu...
Ku telah siap tuk kuburkan peti ini, ku bahagia saat dia ada untukmu.. Saat dia memiliki peti yang lebih besar dari milikku~

Secepat inikah ku temukan akhirnya?? Jangan terlalu cepat tuk lakukan ini semua, Ku butuh waktu! Luka ini masih basah! Kau boleh hilang! Kau boleh pergi! Kau boleh lupa! Itu semua bayaranku untukmu karena telah mengukir indah petiku!
Ku tak memaksamu! Lakukanlah yang kau mau, ku bukan salah satu bagian dari hidupmu! Masa ini berganti tiap detik, ku takut setiap perubahan masa, sakitku belum sembuh! 
Hahaha apa hakku untuk mengatakan ini semua? Sungguh lucu!! Rawatlah dia, sayangilah dia, cintailah dia seperti yang pernah ku lakukan untukmu!</3

Ku tak ingin mengganggumu! Ku tak ingin terlalu indahnya berpikir kau juga menyimpan itu! Terasa jauh dan amat sangat jauh saat kau memulai percakapan dengannya! Dan kau amat menikmatinya, tapi tidak yang kau lakukan denganku! Maafkan ku yg salah mengira akan hadirmu didiriku...
Masalah peti? Kau tak usah khawatir! Sudah kukuburkan sejak lama~ Dan sekarang ku masih sibuk mencari emosi yang ikut terkubur bersamanya.
Kalimat yg kau beri kemarin, menunjukkan kau ikut khawatir akan emosiku! Aku bisa mencarinya sendiri! Tak usah kau bantu! Aku bak-baik saja sekarang!
Kau tidak berhak ikut campur dalam ceritaku! Cerita ini aku yang menciptakan, pantaslah aku yg akan mengakhiri ceritaku sendiri! Ku tak ingin ada kata TAMAT dalam cerita ini! Tapi sayang, ku telah melakukannya</3

-Someone